PENGARUH PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TERHADAP KEMANDIRIAN KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH TITI PAPAN
Abstract
Pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu strategi
pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan merawat kesehatan secara mandiri.
Rendahnya pemanfaatan tanaman obat dan ketergantungan masyarakat pada pengobatan modern
masih menjadi tantangan di wilayah Titi Papan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pelatihan pemanfaatan TOGA terhadap peningkatan kemandirian kesehatan
masyarakat. Desain penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pendekatan pretest–
posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 60 warga yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan yang meliputi pengenalan jenis tanaman obat,
cara penanaman, teknik peracikan sederhana, hingga pemanfaatannya untuk keluhan kesehatan
ringan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan kemandirian kesehatan
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan
signifikan pada skor pengetahuan masyarakat (p = 0,001) dan kemandirian dalam mengelola
kesehatan keluarga (p = 0,003) setelah dilakukan pelatihan. Peserta menunjukkan kemampuan
yang lebih baik dalam mengenali tanaman obat, meracik ramuan sederhana, serta mengambil
keputusan awal terkait penanganan penyakit ringan sebelum mencari layanan kesehatan formal.
Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan TOGA efektif meningkatkan literasi kesehatan serta
kemandirian masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan TOGA dijadikan
program berkelanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendukung upaya promotif
dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Banerjee, A., & Mukherjee, P. K. (2018).
Traditional herbal medicine and its role
in primary health care. Journal of
Ethnopharmacology, 222,10–20.
https://doi.org/10.1016/j.jep.2018.04.0
Bodeker, G., & Kronenberg, F. (2019).
Herbal medicine in community health
settings: A global overview. Public
Health Reviews, 40(2), 1–15.
https://publichealthreviews.biomedcen
tral.com/articles/10.1186/s40985-019-
-4
James, P. T., Rahman, M. M., & Bahar, M.
M. (2020). Community empowerment
through medicinal plant cultivation:
Improving household health.
International Journal of Community
Medicine and Public Health, 7(4),
–1562.
https://doi.org/10.18203/2394-
ijcmph20201394
Kumar, S., & Pandey, A. K. (2016).
Medicinal plants for health care: An
overview. Biomedicine &
Pharmacotherapy, 86, 100–107.
https://doi.org/10.1016/j.biopha.2016.
064
Nyika, A. (2009). The role of traditional
medicine in primary health care.
African Journal of Traditional,
Complementary and Alternative
Medicines, 6(1), 28–34.
https://doi.org/10.4314/ajtcam.v6i1.57
Hastuti, R., & Setyowati, H. (2021).
Pelatihan TOGA dalam
meningkatkankemandirian kesehatan
keluarga. Jurnal Pengabdian
Kesehatan, 4(1), 12–19.
https://ejournal.poltekkessmg.
ac.id/ojs/index.php/jpk
Sari, N. P., & Wulandari, S. (2020).
Pengaruh edukasi TOGA terhadap
peningkatanpengetahuan masyarakat.
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Indonesia, 15(2), 65–72.
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.p
hp/kemas
DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i1.5559
Refbacks
- There are currently no refbacks.
e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706
Principal Contact
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
.png)



