FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI PELEMBAP WAJAH

Kesumawati Kesumawati, Herlina Putri

Abstract


Kulit kering merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, suhu, dan kelembapan udara yang ekstrem. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar air di lapisan kulit, sehingga kulit menjadi kasar dan kehilangan kelembapan. Masker wajah merupakan salah satu bentuk kosmetik topikal yang dapat digunakan untuk merawat dan melembapkan kulit. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung ekstrak daun kersen sebagai pelembap wajah. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik sediaan serta efektivitasnya dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Metode yang digunakan ekstrak daun kersen diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan clay mask dengan tiga konsentrasi: F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Evaluasi dilakukan terhadap uji organoleptik, pH, homogenitas, waktu kering, viskositas, iritasi, uji hedonik, dan uji kelembapan kulit menggunakan skin analyzer. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik fisik yang memenuhi standar, formulasi menunjukkan pH yang sesuai dengan pH kulit, homogenitas yang baik, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Uji kelembapan menunjukkan bahwa clay mask ekstrak daun kersen dapat meningkatkan kelembaban kulit, sementara uji kesukaan menunjukkan respon positif dari pengguna terhadap produk ini. Formula F3 (20%) menunjukkan peningkatan kelembapan kulit paling signifikan sebesar 46,79% dibandingkan formula lain (p < 0,05). Ekstrak daun kersen dapat diformulasikan menjadi clay mask yang stabil, aman, dan efektif dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Dengan demikian, ekstrak daun kersen berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit berbasis bahan alami.
Kata Kunci: Ekstrak Daun Kersen, Clay Mask, Karakteristik fisik, Pelembap wajah

Full Text:

PDF

References


Adhani, R., et al. (2023). Pengaruh Antioksidan Alami Terhadap Kelembapan Kulit Pada Produk Kosmetik. Jurnal Kesehatan Kulit dan Kosmetik, 5(2), 88–94.

Alkilani, Y. A., et al. (2021). Evaluation of the Rheological Properties of Topical Herbal Gels. Journal of Cosmetic Science, 72(1), 41–50.

Astryna, R., et al. (2023). Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 10(1), 55–62.

Butarbutar, L. P., & Chaerunisaa, A. Y. (2020). Formulasi Krim Wajah Sebagai Pelembap Mengandung Ekstrak Tumbuhan Berbasis Antioksidan. Majalah Farmasi Indonesia, 31(3), 123–129.

Dian Ardhany, W., et al. (2022). Manfaat Clay Mask dalam Perawatan Kulit Wajah Berjerawat. Jurnal Kecantikan dan Kosmetik, 6(2), 77–85.

Diyanati, S., & Marliana, S. (2023). Paparan Sinar Matahari dan Risiko Kanker Kulit di Wilayah Tropis. Jurnal Kesehatan Kulit Tropis, 4(1), 12–18.

Dominica, T. D., et al. (2023). Pengaruh Homogenitas Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Kosmetik Topikal. Jurnal Teknologi Farmasi, 9(2), 66–72.

Febriani, D., & Sembiring, A. (2021). Optimasi Metode Maserasi dalam Ekstraksi Senyawa Aktif dari Daun Kersen. Jurnal Kimia Bahan Alam, 4(1), 20–26.

Fiskia, F., et al. (2024). Efektivitas Masker Wajah Dalam Melembapkan dan Mencerahkan Kulit. Jurnal Estetika dan Kosmetologi, 11(1), 101–108.

Hadi, A., et al. (2021). Uji Iritasi Kulit pada Sediaan Topikal Herbal Menggunakan Metode Open Patch Test. Jurnal Farmasi Klinis, 7(2), 90–97.

Hadi, A., et al. (2023). Evaluasi Keamanan Produk Kosmetik Herbal Terhadap Iritasi Kulit. Jurnal Kosmetologi dan Dermatologi, 12(1), 33–39.

Meilina, D., et al. (2024). Evaluasi Stabilitas Fisik dan Organoleptik Produk Kosmetik Berbasis Herbal. Jurnal Teknologi Farmasi, 10(1), 43–51.

Ningsih, E. R., et al. (2023). Clay Mask sebagai Sediaan Kosmetik untuk Mengatasi Masalah Kulit Wajah Berminyak. Jurnal Sains dan Kecantikan, 8(2), 58–64.

Nurjanah, S., Mustarichie, R., & Maulidiani. (2020). Uji Organoleptik dan Hedonik Sediaan Kosmetik. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(2), 120–127.

Putri, A., et al. (2024). Pemanfaatan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) oleh Masyarakat Aceh dalam Pengobatan Tradisional. Jurnal Etnofarmasi Nusantara, 7(1), 45–52.

Rochman, M. (2022). Pengaruh pH pada Sediaan Topikal terhadap Iritasi Kulit. Jurnal Formulasi Farmasi, 6(2), 75–80.

Sari, N. P., et al. (2022). Pengaruh Waktu Kering Clay Mask terhadap Efektivitas Penyerapan Kandungan Aktif. Jurnal Teknologi Kosmetik, 5(3), 94–99.

Syamsidi, A., et al. (2021). Standar pH Sediaan Kosmetik Topikal dan Kaitannya dengan Keamanan Kulit. Jurnal Farmasetika, 9(1), 30–36.

Siti Qur’aniati, M., et al. (2022). Potensi Antioksidan dalam Kosmetik Berbasis Tanaman Lokal. Jurnal Kosmetologi Indonesia, 10(2), 115–121.

Utami, D., et al. (2024). Manfaat Daun Kersen dalam Teh Herbal untuk Kesehatan. Jurnal Herbal dan Fitoterapi, 6(1), 39–46.




DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5603

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706

Principal Contact

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License