UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARISASI EKSTRAK LABU KUNING AKAR MANIS (CUCURBITA MOSCHATA) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI

Syarifah Yanti Astryna, Siti Samaniyah, Nurhayati Nurhayati, Ruhul Maghfirah

Abstract


ABSTRAK
Latar Belakang: Labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang
berpotensi sebagai bahan baku sediaan farmasi karena mengandung berbagai senyawa
metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis. Kandungan senyawa seperti flavonoid,
alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi,
serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi farmasi. Oleh karena itu,
diperlukan uji skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak untuk menjamin mutu, keamanan,
dan konsistensi bahan baku.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder melalui uji skrining
fitokimia serta mengevaluasi potensi ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata)
sebagai bahan sediaan farmasi.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan
melakukan skrining fitokimia secara kualitatif terhadap ekstrak menggunakan pereaksi Mayer,
Wagner, dan Dragendorff untuk alkaloid serta uji spesifik untuk flavonoid, saponin, terpenoid,
dan tanin. Pengamatan dilakukan berdasarkan perubahan warna dan pembentukan endapan
sebagai indikator keberadaan senyawa.
Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning akar manis
positif mengandung alkaloid yang ditandai dengan terbentuknya endapan kuning keputihan
(Mayer), endapan coklat (Wagner), dan endapan merah (Dragendorff). Uji flavonoid
menunjukkan terbentuknya warna orange, uji saponin menghasilkan busa stabil dalam air, uji
terpenoid menunjukkan warna merah, serta uji tanin menghasilkan warna kuning kehijauan.
Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang
berpotensi sebagai bahan aktif farmasi.
Kesimpulan dan Saran: Ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) terbukti
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin berdasarkan hasil skrining
fitokimia. Kandungan metabolit sekunder tersebut menunjukkan potensi ekstrak sebagai bahan
sediaan farmasi. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan terkait standarisasi parameter
spesifik dan non-spesifik serta pengujian aktivitas farmakologis untuk mendukung
pengembangan fitofarmaka.

Kata Kunci: Labu Kuning, Skrining fitokimia, standarisasi

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5736

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706

Principal Contact

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License