Identifikasi Senyawa Antioksidan dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Kandidat Pangan Fungsional Untuk Meningkatkan Status Gizi Anak Sekolah di Banda Aceh
Abstract
Masalah gizi pada anak sekolah masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama terkait kekurangan zat gizi mikro dan paparan stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal yang kaya akan senyawa bioaktif, khususnya antioksidan, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pangan fungsional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa antioksidan dalam ekstrak daun kelor serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung peningkatan status gizi anak sekolah di Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan proses ekstraksi daun kelor menggunakan pelarut etanol, diikuti dengan analisis kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung senyawa fenolik dalam jumlah yang signifikan serta memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa daun kelor berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif serta mendukung perbaikan status gizi anak.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai intervensi berbasis pangan lokal dalam upaya peningkatan status gizi anak sekolah. Disarankan adanya penelitian lanjutan terkait formulasi produk pangan berbasis daun kelor dan uji efektivitasnya secara klinis.
Kata Kunci: Daun kelor; Antioksidan; Senyawa fenolik; Pangan fungsional; Status gizi anak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa antioksidan dalam ekstrak daun kelor serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung peningkatan status gizi anak sekolah di Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan proses ekstraksi daun kelor menggunakan pelarut etanol, diikuti dengan analisis kandungan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung senyawa fenolik dalam jumlah yang signifikan serta memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa daun kelor berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif serta mendukung perbaikan status gizi anak.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai intervensi berbasis pangan lokal dalam upaya peningkatan status gizi anak sekolah. Disarankan adanya penelitian lanjutan terkait formulasi produk pangan berbasis daun kelor dan uji efektivitasnya secara klinis.
Kata Kunci: Daun kelor; Antioksidan; Senyawa fenolik; Pangan fungsional; Status gizi anak
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v10i1.5872
Refbacks
- There are currently no refbacks.
e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706
Principal Contact
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
.png)



