STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026
Abstract
Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi.
Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir.
Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS.
Abstract
Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%.
The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases.
The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas.
Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.
Full Text:
PDFReferences
Andini R, Sari M, Putra D. Dampak banjir terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan di Indonesia. J Kesehatan Lingkungan. 2024;16(2):85–92.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Penanganan kesehatan dalam bencana banjir. Jakarta: BNPB; 2023.
Centers for Disease Control and Prevention. Floodwater after a disaster or emergency. Atlanta: CDC; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
Lestari D, Kurniawan A, Fitriani N. Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kesehatan. J Penelitian Kesehatan. 2024;12(1):23–30.
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2023.
Pratama Y, Yusuf M. Metodologi penelitian kesehatan masyarakat: pendekatan kuantitatif. Jakarta: Salemba Medika; 2025.
Putra D, Andika R, Saputra H. Analisis faktor determinan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak bencana. J Epidemiologi Indonesia. 2023;7(2):88–95.
Rahman A, Hidayat T, Nuraini S. Hubungan sanitasi lingkungan dan akses air bersih dengan kejadian penyakit infeksi saat banjir. J Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2023;15(2):102–109.
Sari M, Putri D, Wahyuni R. Faktor risiko penyakit berbasis lingkungan pada daerah rawan banjir. J Kesehatan Masyarakat. 2023;18(1):45–53.
UNICEF. Water, sanitation and hygiene in emergencies. New York: UNICEF; 2023.
Wijaya R, Santoso B, Prakoso A. Analisis data kesehatan menggunakan uji statistik Chi-Square. Yogyakarta: Deepublish; 2026.
World Health Organization. Flood-related health risks and prevention strategies. Geneva: WHO; 2023.
World Health Organization. Guidelines on sanitation and health. Geneva: WHO; 2023.
DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v12i1.5905
Refbacks
- There are currently no refbacks.
e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706
Principal Contact
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
.png)



