PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN PENGRAJIN RENCONG SEBAGAI KAWASAN SENTRA KERAJINAN ACEH

Annisa Qadrunnada, Farah Jubhilla, Soraya Lestari

Abstract


Desa Baet Lampuot di Aceh Besar merupakan pusat usaha kerajinan rencong yang dikelola pengrajin lokal dalam lingkungan permukiman padat. Permukiman ini berfungsi ganda sebagai tempat tinggal dan bengkel kerja, sehingga menghadapi tantangan berupa penataan ruang yang kurang optimal, alur produksi yang tidak efisien, dan minimnya identitas visual sebagai kawasan kerajinan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusulkan intervensi spasial berbasis arsitektur dan urban design untuk mentransformasi permukiman menjadi Sentra Kerajinan Aceh yang teridentifikasi, fungsional, dan memiliki daya tarik wisata budaya. Metode pelaksanaan meliputi (1) Analisis Diagnostik Ruang melalui observasi perilaku jalan (street life observation), pemetaan zonasi fungsi, dan wawancara mendalam; (2) Perancangan prototipe lingkungan dengan prinsip placemaking, walkability, dan identitas lokal; (3) Sosialisasi dan workshop strategi visual branding fasad rumah pengrajin, bersama pelatihan sederhana untuk elemen estetika lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi desain fisik dapat memperjelas zonasi produksi dan hunian, menciptakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman, serta membangun micro-gallery pada fasad rumah yang menonjolkan identitas rencong Aceh. Workshop partisipatif menghasilkan komitmen masyarakat untuk menerapkan elemen branding visual secara bertahap. Dampak awal meliputi meningkatnya kesadaran kolektif akan potensi wisata kerajinan, dan terbentuknya blueprint Ruang Pamer Kolektif sebagai pusat eksposur produk. Maka dari itu, penataan lingkungan fisik permukiman pengrajin rencong adalah fondasi strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi UMKM, meningkatkan pengalaman wisata budaya, serta membangun citra kawasan kerajinan Aceh yang kuat. Keberlanjutan intervensi membutuhkan kolaborasi lintas pihak (masyarakat, pemerintah desa, institusi pendidikan) serta fase implementasi bertahap.
Kata Kunci: Penataan lingkungan, permukiman, placemaking, arsitektur lokal, walkability

Full Text:

PDF

References


Wahyuni, S., 1815. Placemaking Sebagai Strategi Revitalisasi Kawasan Studi Kasus: Kawasan Pecinan Kota Makassar. Linears: Jurnal Ilmu Arsitektur, 1 (2) [online]

Tokii, Y.F.V., Awalia, R. and Winarta, A., 2023. Konsep Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Berbasis Eco-Settlements di Kelurahan Ujuna Kota Palu. Jurnal Peweka Tadulako, 2(1), pp.93-102.

Prastica, A., Zubaidah, S. and Ismy, R., 2023. Konsep Ramah Lingkungan pada Penataan Permukiman Kumuh di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh (Studi Kasus: Pusong Lama). Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 21(2), pp.237-246.

Sari, Y., Purwantiasning, A.W., Hantono, D., Erlangga, A., Putri, A.M. and Meisanti, M., 2023. Usulan Desain Penataan Kawasaan Permukiman Nelayan di Tanjung Pasir dengan Konsep Menata Tanpa Menggusur. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(10), pp.2553-2561.

Murti, N.K., Suprapti, A. and Sardjono, A.B., 2020. Transformasi Adaptasi Bangunan Di Permukiman Informal Tepi Sungai Kahayan. Jurnal Arsitektur ARCADE, 4(1), pp.57-64.

Supriadi, N., 2021. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan desain kerajinan kulit kerang untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1), pp.41-50.

Widyarthara, A., Hamka, H. and Tri Harjanto, S., 2018. Penerapan Perancangan Pada Penataan Bangunan Dan Lingkungan Kerajinan Keramik Di Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. In Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.