PEMANFAATAN KIMIA BAHAN ALAM DALAM EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK HERBAL RAMAH LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT
Abstract
Pemanfaatan kimia bahan alam merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Kabupaten Aceh Besar dengan tujuan memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan produk herbal ramah lingkungan berbasis tanaman lokal. Metode pelaksanaan terdiri atas penyuluhan, pelatihan praktik, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan meliputi sabun cair herbal berbahan daun sirih, minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta hand sanitizer alami berbasis lidah buaya dan jeruk nipis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% setelah mengikuti penyuluhan. Peserta juga mampu menghasilkan produk herbal sederhana dengan kualitas baik dan layak untuk dikembangkan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi sains masyarakat, tetapi juga membuka peluang wirausaha kecil berbasis bahan alam lokal. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan kelestarian lingkungan masyarakat Aceh Besar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A., & Sulaiman, R. (2020). Pengenalan Kimia Bahan Alam dalam Produk Herbal. Jakarta: Pustaka Ilmu.
Dewi, F.K., & Lestari, P. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 9(1), 45–52.
Fitriyah, N., & Handayani, S. (2019). Edukasi masyarakat dalam pembuatan produk herbal: Studi kasus di desa X. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 45–53.
Hartati, D., & Prasetyo, B. (2021). Formulasi sediaan herbal ramah lingkungan berbasis tanaman lokal. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(1), 12–21.
Indrawati, T., & Nugroho, A. (2018). Potensi bioaktif tanaman lokal untuk produk kosmetik dan kesehatan. Jurnal Kimia dan Bahan Alam, 10(3), 33–42.
Kurniawan, F., & Setiawan, E. (2022). Pelatihan pembuatan sabun dan lotion herbal berbasis masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Kimia Terapan, 2, 101–108.
Mahendra, S., & Lestari, P. (2020). Sustainable herbal product development for local communities. International Journal of Herbal Science, 6(2), 78–85.
Pratiwi, R., & Santoso, B. (2019). Metode ekstraksi dan formulasi sediaan herbal untuk edukasi masyarakat. Jurnal Kimia Terapan, 11(1), 23–30.
Rahmawati, Y., & Saputra, H. (2021). Penerapan prinsip ramah lingkungan dalam produksi kosmetik herbal. Jurnal Teknologi dan Industri Herbal, 7(2), 55–64.
Sari, M., & Wijaya, T. (2018). Peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembuatan produk herbal. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 4(1), 15–22.
Simanjuntak, P., & Suryanto, E. (2020). Potensi senyawa bioaktif tanaman obat Indonesia sebagai bahan obat herbal. Jurnal Kimia Bahan Alam, 6(2), 55–63.
Suryanto, E. (2022). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer.
WHO. (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO Press.
Wijayanti, L., & Fauzi, R. (2020). Evaluasi keamanan dan kualitas produk herbal berbasis tanaman lokal. Jurnal Farmasi dan Bahan Alam, 15(2), 67–76.
Refbacks
- There are currently no refbacks.