PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT TENTANG INTERAKSI OBAT DENGAN HERBAL ‘OBATKU AMAN’ DI DESA RUMPET
Abstract
Penggunaan obat herbal di masyarakat semakin meningkat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai potensi interaksi antara obat modern (obat kimia) dengan herbal masih rendah, sehingga dapat menimbulkan risiko penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan efek toksik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang interaksi obat dengan herbal melalui “Obatku Aman” di Desa Rumpet. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan berbasis audiovisual, dan simulasi kasus interaksi obat-herbal yang sering dijumpai. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2025. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan lansia yang sedang atau berpotensi menggunakan obat dan herbal secara bersamaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test mengenai pemahaman interaksi obat-herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, dari rata-rata 50% sebelum penyuluhan menjadi 85% setelah pelaksanaan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap dalam berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat atau herbal secara bersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan penggunaan obat di tingkat masyarakat desa.
Kata kunci: Literasi obat, Interaksi obat-herbal, Edukasi masyarakat, Keamanan penggunaan obat, Desa Rumpet.
Abstract
The use of herbal medicines is increasing in the community because they are considered more natural and have fewer side effects. However, public awareness of the potential interactions between modern (chemical) drugs and herbal medicines remains low, which can lead to a risk of reduced therapeutic effectiveness or increased toxic effects. This community service activity aims to increase public literacy about drug-herbal interactions through "Obatku Aman" in Rumpet Village. The methods used include interactive outreach, audiovisual-based counseling, and simulations of frequently encountered drug-herbal interactions. This activity will be carried out in September 2025. The target group is productive-age and elderly people who are currently or potentially using drugs and herbal medicines simultaneously. Evaluation will be conducted by comparing pre-test and post-test results regarding understanding of drug-herbal interactions. The results of the activity show a significant increase in the level of community knowledge, from an average of 50% before the counseling to 85% after the implementation. In addition, participants showed a change in attitude in consulting with health professionals before using drugs or herbal medicines simultaneously. This activity is expected to become a model for ongoing education to increase awareness and safety of drug use at the village level.
Keywords: Drug literacy, drug-herb interactions, public education, drug safety, Rumpet Village.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Almeida, F., Figueiredo, R., & Silva, T. (2022). Curcumin as a bioactive compound: Anti-inflammatory and antioxidant effects. Journal of Herbal Medicine, 28, 100456. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2022.100456
Baker, R., Cumming, H., & Hayes, G. (2023). Honey and its therapeutic potential: A review. International Journal of Food Science, 58(3), 210–220.
Kemenkes RI. (2023). Laporan pembangunan kesehatan nasional 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khatri, S., Kumar, R., & Sharma, P. (2024). Black cumin (Nigella sativa) and its pharmacological effects. Phytotherapy Research, 38(1), 12–25.
Ramadhani, L., & Pratiwi, S. (2022). Pemanfaatan tanaman obat dalam pengobatan tradisional: Tinjauan literatur. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 45–53.
Purnama, A., Suryanto, H., & Mulyani, D. (2022). Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) and its role in health improvement. Indonesian Journal of Herbal Studies, 6(1), 33–42.
Sahu, P., Kumar, A., & Yadav, S. (2023). Curcuma longa and liver health: A pharmacological review. Journal of Complementary Medicine, 17(2), 101–110.
Sari, R., Riani, N., & Syaiful, A. (2023). Daun sembung (Blumea balsamifera) dan manfaatnya bagi kesehatan pencernaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(1), 15–25.
Sivropoulou, A., Kokkini, S., & Lanaras, T. (2022). Fennel (Foeniculum vulgare) bioactive compounds and traditional uses. Journal of Ethnopharmacology, 287, 114963.
Wulandari, S., Puspita, I., & Handayani, T. (2023). Kayu rapat (Cadamba sp.) sebagai tanaman obat tradisional di Indonesia. Jurnal Herbal dan Kesehatan, 10(1), 45–52.
Wulandari, S., & Handayani, T. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kesehatan berbasis lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 70–80.
Yusuf, F., Ahmad, R., & Putri, L. (2024). Literasi masyarakat dan penggunaan obat herbal: Tantangan dan peluang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 1–10.
Refbacks
- There are currently no refbacks.