PENGARUH POLA MAKAN SEIMBANG TERHADAP KESEHATAN TULANG PADA REMAJA DI DESA TIBANG KOTA BANDA ACEH

Kesumawati Kesumawati, Syarifah Asyura, Eva Susanna, Fitriliana Fitriliana, Murnia Suri, Ismiati Ismiati, Rouzatun Nisa

Abstract


Abstrak
Kesehatan tulang pada masa remaja merupakan faktor penting dalam mencegah osteoporosis dan gangguan muskuloskeletal di usia dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan pola makan seimbang yang mencukupi kebutuhan zat gizi, khususnya kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pengaruh pola makan seimbang terhadap kesehatan tulang di Desa Tibang, Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 12–18 tahun yang berdomisili di Desa Tibang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan hubungannya dengan kesehatan tulang. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang yang optimal.
Kata kunci: pola makan seimbang, kesehatan tulang, remaja, pengabdian masyarakat
________________________________________
Abstract
Bone health during adolescence plays a crucial role in preventing osteoporosis and musculoskeletal disorders in adulthood. One effective effort to maintain bone health is the implementation of a balanced diet that meets nutritional requirements, particularly calcium, phosphorus, vitamin D, and protein. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and awareness regarding the effect of a balanced diet on bone health in Tibang Village, Banda Aceh. The methods included health education sessions, interactive discussions, and evaluation of participants’ knowledge before and after the activity using questionnaires. The target group consisted of adolescents aged 12–18 years living in Tibang Village. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of the importance of balanced nutrition and its relationship with bone health. Participants also demonstrated a more positive attitude toward adopting healthy eating habits in their daily lives. This activity is expected to serve as an initial step in promoting healthy lifestyle behaviors among adolescents to support optimal growth and bone health.
Keywords: balanced diet, bone health, adolescents, community service

Full Text:

PDF

References


Bonjour, J. P., Chevalley, T., Rizzoli, R., & Ferrari, S. (2009). Gene–environment interactions in the skeletal response to nutrition and exercise during growth. Medicine & Science in Sports & Exercise, 41(3), 503–508.

Contento, I. R. (2011). Nutrition education: Linking research, theory, and practice. Sudbury, MA: Jones & Bartlett Learning.

Holick, M. F. (2007). Vitamin D deficiency. The New England Journal of Medicine, 357(3), 266–281.

Lytle, L. A., Seifert, S., Greenstein, J., & McGovern, P. (2004). How do children’s eating patterns and food choices change over time? Results from a cohort study. American Journal of Health Promotion, 19(1), 19–26.

Prentice, A. (2013). Nutritional rickets around the world. Journal of Steroid Biochemistry and Molecular Biology, 136, 201–206.

Rizzoli, R., Bianchi, M. L., Garabédian, M., McKay, H. A., & Moreno, L. A. (2014). Maximizing bone mineral mass gain during growth for the prevention of fractures in the adolescents and the elderly. Bone, 46(2), 294–305.

Story, M., Neumark-Sztainer, D., & French, S. (2002). Individual and environmental influences on adolescent eating behaviors. Journal of the American Dietetic Association, 102(3), S40–S51.

Weaver, C. M., Gordon, C. M., Janz, K. F., Kalkwarf, H. J., Lappe, J. M., Lewis, R., O’Karma, M., Wallace, T. C., & Zemel, B. S. (2016). The National Osteoporosis Foundation’s position statement on peak bone mass development and lifestyle factors. Osteoporosis International, 27(4), 1281–1386.

P,R.M.,Wahyuni, S., & Widiyawati, S. A. (2019). Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolahan di SD Mardi Rahayu Ungaran Kabupaten

Rahmad, A. H. (2019). Keterkaitan Asupan Makanan dan Sedentari dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar di Kota Banda Aceh.Buletin Penelitian Kesehatan, 47(1), 67-76. Semarang. Journal of Holistics and Health Sciences,1(1),65-78.

Adwas, A. A., Elsayed, A., Azab, A. E., & Quwaydir, F. A. (2019). Oxidative stress and antioxidant mechanisms in human body.J. Appl. Biotechnol. Bioeng,6(1), 43-47

Almoraie, N. M., Saqaan, R., Alharthi, R., Alamoudi, A., Badh, L., & Shatwan, I. M. (2021). Snacking patterns throughout the life span: potential implications on health.Nutrition Research,91, 81-94.

Rachmi, C. N., Jusril, H., Ariawan, I., Beal, T., & Sutrisna, A. (2021). Eating behaviour of Indonesian adolescents: a systematic review of the literature.Public Health Nutrition,24(S2), s84-s97

Juwinner Dedy Kasingku dan Boy Lumoindong (2023) melakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dalam artikel berjudul "Peran Penting Pendidikan Lewat Makanan Bergizi dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Kesehatan Tubuh dan Pikiran." Artikel tersebut diterbitkan di Journal on Education, volume 5 (4), halaman 16071-16080.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.