EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM

Eva Rosdiana, Alfitri Wahyuni, Mira Abdullah, Febri Yusnanda

Abstract


Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja.
Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan.
Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i.
Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest.
Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.

Keywords


Anemia, Pencegahan, Remaja

Full Text:

PDF

References


World Health Organization. (2023). Anaemia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. https://www.kemkes.go.id

United Nations Children's Fund. (2021). Adolescent nutrition: A review of the situation in selected South-East Asian countries. https://www.unicef.org

Anggraini, S. P., Putri, D. A., & Sari, R. (2024). Edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–52.

Aprilyadi, N., Rahmawati, D., & Lestari, Y. (2021). Hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Kesehatan, 9(2), 120–128.

Rahmaniyah, R., Fitriani, N., & Hidayat, T. (2024). Pola makan dan status gizi sebagai faktor risiko anemia pada remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 15(1), 10–18.

Nasruddin, H., Syam, A., & Yusuf, S. (2021). Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia. Jurnal Kesehatan Publik, 8(3), 200–207.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Iron deficiency anemia. https://www.cdc.gov

World Bank. (2022). Prevalence of anemia among women of reproductive age (%). https://data.worldbank.org

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja.

World Health Organization. (2021). Guideline on daily iron supplementation in adolescents.

Dewi, R. K., & Handayani, S. (2022). Faktor risiko anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 89–96.

Sari, M., & Utami, N. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan anemia pada remaja. Jurnal Promosi Kesehatan, 11(1), 33–40.

Hidayat, A., & Rahma, F. (2022). Perilaku konsumsi zat besi pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 101–108.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.