KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KECEMASAN ANAK PADA PERAWATAN GIGI DI POLI GIGI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PEMERINTAH ACEH
Abstract
Kecemasan adalah sebuah kondisi yang tidak menyenangkan yang di rasakan oleh anak pada saat melakukan perawatan gigi, kecemasan dapat berdampak negatif pada kualitas perawatan gigi dan mulut. Oleh karena itu diperlukan komunikasi terapeutik untuk mengatasinya. Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan peneliti pada 10 anak di bulan Januari 2025 yang berkunjung ke poli gigi 7 anak merasa takut untuk menerima perawatan gigi dan 3 anak kooperatif dan mau dilakukan perawatan gigi, penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kecemasan anak dalam perawatan gigi di poli gigi Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai 9 Mei 2025 di poli gigi rumah sakit ibu dan anak pemerintah Aceh, teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar checklist (Face Image Scale) dan lembar cheklist komunikasi terapeutik. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan pasien anak umur 6-12 tahun yang melakukan perawatan gigi di poli gigi Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh. sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling yaitu sebanyak 32 anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 32 anak mayoritas dalam kategori sangat sangat senang dengan hasil 7 responden (21,8%) Respon senang 6 responden (18,7%). Agak tidak senang 3 responden (9,3%), respon tidak senang 6 responden (18,6%) dan respon sangat tidak senang 10 responden (31,2 %). Sedangkan penerapan komunikasi cukup baik 23 responden (71,8%) dan komunikasi baik 9 responden (28,1%). Ada hubungan kecemasan anak dengan penerapan komunikasi terapeutik di poli gigi rumah sakit ibu dan anak pemerintah Aceh dengan nilai P-value = 0,007 (p<0,05).Disarankan kepada perawat gigi agar dapat menerapkan komunikasi terapeutik dengan baik kepada pasien anak untuk meminimalisir kecemasan sehingga tindakan perawatan gigi dapat dilakukan secara optimal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asman, A., Mulyono, T. T., Afriyanto, D. F., Lufianti, A., Anggreini, Y. S., Asmaria, M., Agustin, W. R., Listiyanawati, M. D., Jamni, T., & others. (2023). Komunikasi Keperawatan.PradinaPustaka.https://books.google.co.id/books?id=IAOvE AAAQBAJ
Delliana, S., Oktarina, N. D., Istiani, H. G., Liyanovitasari, L., Lannasari, L., Lestari, P.,Yudanari, Y. G., Widayati, K., Setyoningrum, U., Agustini, N. R. S., & others.(2024). Buku Ajar Komunikasi Terapeutik Keperawatan. PT. Sonpedia PublishingIndonesia. https://books.google.co.id/books?id=R3Y2EQAAQBAJ
Effendi, M. C. (2021). Manajemen Perawatan Pasien di Bidang Kedokteran Gigi Anak. UniversitasBrawijayaPress.https://books.google.co.id/books?id=yiCrEAA AQBAJ
Fitriyasari, R., Dwimega, A., Studi, P., Dokter, P., Gigi, F. K., Trisakti, U., Kyai, J., No, T., Rw, R. T., Petamburan, G., & Barat, J. (2024). Gambaran kecemasan dental anak berdasarkan usia pada siswa sekolah dasar negeri 2 karanganyar kabupaten indramayu. 6(1), 93–96.
Howe,G.L.(1989).PencabutanGigiGeligi.Egc.https://books.google.co.id/books?id=KukjIxpywjsC
Imran, H. (2023). Hubungan komunikasi terapeutik terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut The relationship of therapeutic communication to dental and oral health
Jumriani, Liasari, I., Devi, S., & Widyastuti, N. (2023). Tingkat Kecemasan Anak terhadap Pelayanan Kesehatan Gigi di Poli Gigi Puskesmas. Media Kesehatan Gigi :PoliteknikKesehatanMakassar,22(1),811.https://doi.org/10.32382/mk g.v221
Mathius, N. P. N. E., Sembiring, L., & Rohinsa, M. (2019). Tingkat Kecemasan Dental Anak Usia 7-12 Tahun yang akan Melakukan Ekstraksi Gigi di RSGM Maranatha. Padjadjaran Journal of Dental Researches and Student, 3(1), 33–42.
Maifira Wilda,(2024) Hubungan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi dengan rasa takut pasien anak dalam pelayanan puskesmas Baiturrahman Banda Aceh.skripsi DIV poltekkes kemenkes Aceh.
Ns. Windy Freska, M. K. (2023). aAnimal-Assisted Therapy pada gangguan kecemasnanak.CV.MitraEdukasiNegeri.https://books.google.co.id/books?i d=iU_-EAAAQBAJ
Ns. Yenni Fusfitasari, S. K. M. T. P., & Ns. Dita Amita, S. K. M. K. (2020). Komunikasi Terapeutik (Therapeutic Communication) pada Anak. PM Publisher. https://books.google.co.id/books?id=P8MYEAAAQBAJ
Nuraskin, C. A. (2021). PREVENTIVE DENTISTRY ANAK. Zulkifli Abdurrahman Usman. https://books.google.co.id/books?id=qBlmEAAAQBAJ
Paputungan, F. F., Gunawan, P. N., Pangemanan, D. H. C., & Khoman, J. A. (2019). Perbedaan Tingkat Kecemasan Berdasarkan Jenis Kelamin pada Tindakan PenumpatanGigi.ECliniC,7(2),7176.https://doi.org/10.35790/ecl.7.2.2019. 239
Rahmi, S. (2021). Komunikasi Interpersonal dan Hubungannya Dalam Konseling. SyiahKualaUniversityPress.https://books.google.co.id/books?id=PqYkEA AAQBA
Savitri, W., Fidayanti, N., & Subiyanto, P. (2016). Terapi Musik Dan Tingkat KecemasanPasienPreoperasi.MediaIlmuKesehatan,5(1),16.https://doi.org/ 10.30989/mik.v5i1.4
WHO. Global Health Status Report: Towards Universal Health Coverage for Oral Health by 2030.Geneva;2022
DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5213
Refbacks
- There are currently no refbacks.
e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706
Principal Contact
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
.png)



