HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS BOJONGGEDE KABUPATEN BOGOR

Ikang Fauzi, Asmaul Husna, Nicko Nurfiansyah

Abstract


WHO (World Health Organization) pada tahun 2020, sekitar 149,2 juta orang, atau 22% balita mengalami stunting di seluruh dunia. Salah satu benua di dunia dengan tingkat stunting tertinggi adalah Asia, dengan proporsi 55% atau83,6 juta balita. Asia Selatan menyumbang proporsi tertinggi, sebesar 58,7%, diikuti oleh Asia Tenggara, dengan proporsi 27,8% atau 14,8 juta anak, dan Asia Tengah, dengan proporsi paling rendah, sebesar 0,9%. Kejadian stunting pada anak merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak- kanak dan disepanjang siklus kehidupan. Peluang meningkatnya kejadian stunting terjadi di 2 tahun pertama kehidupan. Anak-anak akan terhambat pertumbuhannya karena kurangnya asupan makanan yang memadai serta penyakit yang berulang yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan metabolik dan berkurangnya nafsu makan. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kejadian kurang gizi pada anak dan berpeluang menyebabkan terjadinya stunting Untuk mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan keajdian stunting pada balita di Puskesas Bojonggede Kabupaten Bogor tahun 2025. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan di dilaksanakan di Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor pada tanggal 10-17 Juni tahun 2025. Populasi dari penelitian ini adalah adalah seluruh balita berjumlah 275 balita yang berada di Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor berjumlah 275 balita. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah balita yang berkunjung ke Puskesmas Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor sebanyak 46 balita. Kemudian pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dapat menyimpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat Ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai P= 0.000 di Puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor Tahun 2025. Status ekonomi keluarga sering menjadi salah satu faktor penentu pemenuhan kebutuhan gizi balita, akses terhadap layanan kesehatan, serta kualitas lingkungan tempat tinggal. Dengan memfokuskan penelitian di wilayah kerja Puskesmas Bojonggede, penelitian memberikan konteks lokal yang jelas sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk perencanaan program pencegahan stunting di tingkat puskesmas maupun kabupaten. Penelitian ini sudah cukup spesifik, mudah dipahami, dan dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai variabel yang akan diteliti serta populasi sasaran penelitian.

Full Text:

PDF

References


Abilowo, A., Lubis, A. Y. S., & Selpi, S. (2022). Penerapan Batuk Efektif dalam Meningkatkan Bersihan Jalan Nafas pada Pasien Asma Bronkial di RS. dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(3), 144–156. https://doi.org/10.53770/amhj.v2i3.150.

Abeway S Gebremichael B, Murugan R, Assefa M, Adinew, YM. (2018). Stunting and Its Determinants among Children Aged 6–59 Months in Northern Ethiopia: A Cross- Sectional Study. J Nutr Metab.: 1078480. 10.1155/2018/1078480.

Cornela, T., Himayani, R., Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan, H., Lampung Regency Sutarto, S., Ilmu Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan (JMBK)Vol. 1, No. 3, 2025 https://journal.ruangeduberjaya.com/index.php/JMBK

Dewi, W., Ainurrahmah, Y., & Sutrisno dan Nisa Wening Asih. (2024). Edukasi Pintar Remaja Tentang Stunting Dalam Upaya Pencegahan Stunting Secara Dini. Jurnal Kesehatan, 15(1), 8–14.

Fadly, Umar. Nurhaeda, & Juwita. (2021). Analisis Faktor-Faktor Risiko Stunting Anak Balita Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Tawaeli Kota Palu Tahun 2020. Media Publikasi Promosi KesehatanIndonesia,2(1),56–61. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3

Muzayyorah. (2021). Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 81–92.

Nurfitriana Zahra, (2023). Hubungan Pernikahan Usia Dini, Pengetahuan Ibu dan pendaapatan Keluarga Terhadap Kejadian stunting di Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Of Health Sciences, Vol.02 (NO.01), 11–24.

World Health Organization. (2020). Stunting prevalence among children under 5 years of age (% height-for- age <-2 SD) (JME country). World Health Organization. https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indica

Yuwanti, Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor – Faktor Yang mempengaruhi Stunting pada Balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74.




DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706

Principal Contact

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License