DETERMINAN RESILIENSI KESEHATAN MENTAL KORBAN BENCANA: ANALISIS PERAN KESIAPSIAGAAN PSIKOSOSIAL DAN PERSEPSI RISIKO KESEHATAN DENGAN KOPING STRES SEBAGAI MEDIATOR

Tibyan Asyukri, Novita Novita, Muksalmina Muksalmina

Abstract


Abtrak
Latar Belakang: Korban bencana di wilayah rawan memerlukan tidak hanya kesiapsiagaan struktural tetapi juga kapasitas psikologis yang kuat untuk bertahan dan pulih dari ancaman bencana. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesiapsiagaan psikososial dan persepsi risiko kesehatan terhadap resiliensi kesehatan mental korban bencana dengan koping stres sebagai mediator di Kabupaten Bireuen. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan psikososial dan persepsi risiko kesehatan berpengaruh signifikan terhadap resiliensi kesehatan mental melalui mediasi koping stres, dengan nilai signifikansi p<0,05. Koping stres merupakan prediktor terkuat dengan koefisien 0,997 dan nilai R² model 0,936. Kesimpulan: Koping stres berperan sebagai mediator yang mentransformasikan kesiapsiagaan psikososial dan persepsi risiko kesehatan menjadi resiliensi kesehatan mental yang lebih kuat pada korban bencana. Saran: Disarankan kepada BPBD dan Dinas Kesehatan untuk mengintegrasikan penguatan psikososial ke dalam program kesiapsiagaan bencana dengan mengembangkan edukasi kesehatan mental, simulasi berkala, dan dukungan psikososial berbasis nilai religius dan budaya lokal.
Kata kunci: resiliensi kesehatan mental, kesiapsiagaan psikososial, persepsi risiko kesehatan, koping stres, korban bencana

Abstract
Background: Disaster victims in disaster-prone areas require not only structural preparedness but also strong psychological capacity to survive and recover from disaster threats. Objective: This study aims to analyze the influence of psychosocial preparedness and health risk perception on mental health resilience in disaster victims with stress coping as a mediator in Bireuen Regency. Method: This research used a quantitative cross-sectional approach with 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using SEM-PLS. Results: The results showed that psychosocial preparedness and health risk perception significantly influenced mental health resilience through stress coping mediation, with a significance value of p<0.05. Stress coping was the strongest predictor with a coefficient of 0.997 and model R² of 0.936. Conclusion: Stress coping acts as a mediator that transforms psychosocial preparedness and health risk perception into stronger mental health resilience in disaster victims. Recommendation: It is recommended that BPBD and Health Office integrate psychosocial strengthening into disaster preparedness programs by developing mental health education, regular simulations, and psychosocial support based on religious and local cultural values.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33143/jhtm.v11i2.5604

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2615-109X
p-ISSN: 2442-4706

Principal Contact

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM)
Universitas Ubudiyah Indonesia - Jl. Alue Naga Desa Tibang, Banda Aceh 23114, Indonesia
Phone: 0651-7555566
Fax: 0651-7555566
Email: dppm@uui.ac.id

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License