NUANSA EDUKASI ISLAMI INTERAKSI SOSIAL DOSEN DAN MAHASISWA

Syamsul Rijal, Herawati .

Abstract


Abstrak

 

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; bentuk-bentuk interaksi edukatif dan gambaran interaksi sosial dosen dan mahasiswa bernuansa edukatif  di UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga teknik: telaah dokumentasi, observasi langsung, wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa Prodi PAI dan MPI Fakultas Tarbiyah UIN SU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: interaksi sosial yang terbentuk adalah interaksi asosiatif meliputi: kerjasama (cooperation) dan akomodasi (accommodation) yang terwujud melalui beberapa aktivitas formal maupun non formal, seperti: perkuliahan, bimbingan akademik (PA, KRS, skripsi, dsb), kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya (kegiatan himpunan mahasiswa, program studi maupun permasalahan personal/individu), serta aktivitas-aktivitas akademik di luar kampus, seperti: penggalangan dana untuk korban bencana alam, anak yatim/fakir miskin, dll. Namun demikian interaksi disosiatif juga berlaku di UIN SU; dengan adanya dosen yang sulit ditemui dan dihubungi mahasiswa, adanya perselisihan pendapat antara dosen dan mahasiswa dalam forum-forum diskusi, sikap mahasiswa yang kurang relevan dengan nilai-nilai pendidikan Islam di dalam beberapa kesempatan, seperti: tidak bertegur sapa saat bertemu dosen, kurang santun dalam berkomunikasi (baik dalam interaksi langsung maupun tidak langsung menggunakan telepon, SMS, WA, FB, dan sejenisnya), acuh terhadap kondisi sekitar atau kurang mempedulikan/mendahulukan orang lain termasuk dosen sebagai orangtua yang sepatutnya dihormati, dll. Berbagai upaya telah dilakukan dosen untuk mewujudkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam interaksi sosial dengan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perencanaan interaksi edukatif yang telah diformat sedemikian rupa dalam buku saku kode etik dosen dan mahasiswa; guna mewujudkan interaksi edukatif islami sesuai dengan visi misi UIN SU. Pelaksanaan interaksi edukatif juga dilakukan secara terpadu dalam seluruh aktivitas akademik, dimana setiap dosen senantisa berupaya mengendalikan interaksi sosial sesuai dengan prinsip nilai-nilai pendidikan Islam (akidah, akhlak, dan muamalah yang mengutamakan kemaslahatan umat). Selain itu, proses evaluasi dilakukan secara berkesinambungan, baik secara personal maupun klasikal dengan jangka waktu maksimal 1 (satu) bulan sekali dalam berbagai kegiatan/aktivitas dosen dan mahasiswa. Namun para dosen merasa prihatin terhadap kondisi dan etika/akhlak mahasiswa dalam interaksi sosial selama ini. Hal ini mengindikasi bahwa upaya-upaya dosen dalam mewujudkan interaksi edukatif berbanding terbalik dengan realita perilaku mahasiswa. Dengan kata lain, terjadinya reduksi antara keinginan dan realita. Fenomena ini disebabkan oleh empat faktor: (1) Latar belakang pendidikan mahasiswa sebelumnya; (2) pengaruh negatif (brokenhome, tidak berpendidikan, dsb); serta (4) Skop lingkungan kampus yang sempit.

 

Kata Kunci: Epistemologi, Interaksi Edukatif, Dosen, Mahasiswa


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.3314/jes.v6i2.1166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This journal indexed by

Google SchoolarPortal Garuda