PENGENALAN SEJARAH ARSITEKTUR NUSANTARA KEPADA MASYARAKAT MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN WORKSHOP PARTISIPATIF
Abstract
Arsitektur Nusantara merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai historis, filosofis, dan
ekologis tinggi. Namun, pemahaman masyarakat terhadap sejarah arsitektur tradisional Indonesia kian
memudar seiring perkembangan arsitektur modern. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk
mengenalkan kembali nilai-nilai arsitektur Nusantara kepada masyarakat melalui pendekatan edukasi
dan workshop partisipatif. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, dan
lokakarya sederhana yang melibatkan masyarakat lintas usia. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan
adanya peningkatan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan arsitektur lokal, serta
munculnya inisiatif pelestarian dan dokumentasi mandiri di tingkat komunitas.
Full Text:
PDFReferences
Utari, S. A., Rahmi, D. H., & Ikaputra. (2020).
On-site Upgrading: Strategi Memenuhi
Adequate Housing di Kampung Kota.
Jurnal TESA Arsitektur, 18(1), 56–68
Watson, D., & Adams, M. (2011). Design for
Flooding: Architecture, Landscape, and
Urban Design for Resilience to Climate
Change. Wiley.
Yuliani, I. (2013). Penerapan Arsitektur
Ekologis dalam Perancangan Rumah
Tinggal Tropis. Jurnal Arsitektur Ruang,
(2), 20–27.
Undang-undang Nomor 26 tahun 2007
tentang Penataan Ruang;
Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang
Bangunan Gedung;
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 48; Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5285);
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001
tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air;
Refbacks
- There are currently no refbacks.